News Image: 

Bermain games di gawai merupakan sebuah tren yang semakin populer di tengah masyarakat modern saat ini. INSTO turut mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya gamers mewaspadai kondisi gejala mata kering. 

 

Sebagai brand obat tetes mata yang telah menjadi market leader selama 30 tahun, INSTO melalui salah satu varian produknya, INSTO Dry Eyes, Piala Presiden E-Sport 2020 yang diselenggarkan oleh IESPL (Indonesia E-Sport Premiere League). Dimulai sejak 2019 lalu, INSTO telah meluncurkan kampanye INSTO Dry Eyeducation yang mengedukasi masyarakat Indonesia, terutama para gamers, mengenai gejala maupun cara mengatasi mata kering.

 

Pecinta games semakin banyak

Bermain games di gawai memang mengasyikkan, bahkan kadang bikin kita lupa waktu. Jumlah para gamers di seluruh dunia juga mengalami lonjakan yang luar biasa. Bahkan menurut prediksi, dari sejumlah 244 juta gamers di wilayah ASEAN, akan mencapai angka 309 juta di tahun 2022 nanti. Sedangkan menurut Pokkt, Decision Lab and Mobile Marketing Association (MMA) di Indonesia tahun 2020 ini diperkirakan jumlah gamers mencapai angka 100 juta

Menurut data yang dikeluarkan oleh Nielsen Consumer Media View, Oktober 2019, kebanyakan gamers menghabiskan waktu 7 jam per hari untuk bermain games. Sejalan dengan kemudahan yang diberikan oleh smartphone dalam kehidupan masyarakat moderen, tak heran jika sebanyak 87% gamers memilih gawai tersebut sebagai media untuk bermain games.

Anda juga salah besar jika membayangkan para gamers ini adalah anak-anak usia remaja yang asyik di pojok ruangan dengan smartphone mereka. Nyatanya, justru jumlah gamers dewasa (pekerja) ada sekitar 78%, bandingkan dengan pelajar yang hanya berjumlah 10%.

 

Pentingnya edukasi tentang gejala mata kering

Mata kering merupakan kondisi dimana komponen air mata tidak stabil baik dari segi jumlah dan kualitas sehingga kehilangan kemampuan untuk melindungi permukaan mata. Kurangnya jumlah air mata dan ketidakstabilan menyebabkan permukaan bola mata tidak lembab dan mempermudah gesekan antara kelopak mata dan permukaan bola mata (kornea) setiap kali berkedip.[CN2] . Para gamers yang terfokus menatap layar gawai saat sedang bermain games juga biasanya lupa untuk berkedip, hal ini pun dapat menyebabkan mata menjadi kering.

Frekuensi berkedip (blinking rate) sangat penting untuk menjaga kondisi kelembaban mata. Dalam kondisi normal, manusia berkedip sekitar 20-25 kali per menit. Saat fokus pada layar, proses berkedip dapat menurun hingga 6-8 kali per menit, dan dapat menyebabkan mata kering, dengan gejala gatal, ada rasa berpasir pada mata sehingga memberikan rasa mengganjal yang tak nyaman, mata merah, berair, penglihatan kabur/ buram dan lain sebagainya.

 

Gunakan obat tetes mata untuk mengatasi gejala mata kering

Cara efektif yang diusulkan oleh para ahli untuk mengatasi gejala mata kering adalah menggunakan obat tetes mata dengan kandungan artificial tears, contohnya INSTO Dry Eyes. INSTO Dry Eyes mengandung bahan aktif yang berfungsi sebagai artificial tears, digunakan untuk memberikan efek pelumas seperti air mata, mengatasi gejala mata kering dan meringankan iritasi mata karena kekurangan produksi air mata.

 

Referensi: