Image: 

Wisata Kawah Indah di Indonesia

 

Menikmati keindahan fenomena alam menjadi tren liburan belakangan ini. Salah satu yang tak boleh kamu lewatkan adalah mengunjungi kawah-kawah nan eksotis di tanah air. Berikut empat diantaranya.

 

Kaldera adalah salah satu fitur yang paling spektakuler di muka bumi. Kaldera adalah kawah vulkanik besar yang terbentuk akibat letusan eksplosif gunung berapi, atau bisa juga karena runtuhnya batuan permukaan ke dalam dapur magma yang telah kosong.
 

Ketika sebuah ruang magma besar dikosongkan oleh letusan gunung berapi atau akibat gerakan magma di bawah permukaan. Batuan penyangga yang membentuk atap dapur magma akan runtuh dan membentuk sebuah kawah yang besar. Di Tanah Air yang kaya akan gugusan pulau dan gunungnya, terdapat beberapa kawah yang menjadi fenomena keindahan alam. Ayo sisihkan waktu liburan kamu ke beberapa wisata kawah berikut ini.

 

1. Kawah Kelimutu

kelimutu.jpg

Obyek wisata ini terletak di Desa Pemo, Kecamatan Kelimutu, Kabupaten Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT). Di sini kamu dapat menikmati keindahan Gunung Kelimutu dengan pesona danau tiga warnanya. Nama Kelimutu berasal dari kata keli (gunung) dan mutu (mendidih).

 

Gunung Kelimutu yang memiliki ketinggian 1.639 meter di atas permukaan laut ini memiliki tiga danau dengan warna berbeda, yang terbentuk dari letusan beberapa tahun silam. Danau Kelimutu memiliki luas kurang lebih 1.051.000 meter persegi dengan volume air 1.292 juta meter kubik, ketinggian dinding kawah antara 100 hingga 200 meter. Dinding Danau Gunung Kelimutu tergolong terjal dan curam karena memiliki kemiringan 60 sampai 70 derajat.

 

Untuk menikmati lanskap keindahan kawah Kelimutu kamu dapat berjalan kaki menaiki puluhan anak tangga dengan trek yang lumayan menanjak. Dari puncak,  dapat terlihat panorama 360 derajat yang mengelilingi Danau Kelimutu. Danau Kelimutu juga merupakan tempat yang tepat untuk menyaksikan panorama keindahan matahari terbit. Wisatawan rela melakukan trekking di pagi buta hanya untuk menyaksikan keindahan sunrise dari puncak Gunung Kelimutu.

 

Biaya masuk Rp150 ribu/orang di hari biasa, Rp225 ribu/orang di hari libur. Sementara bagi wisatawan domestik tarif Rp5.000/orang sekali masuk di hari biasa dan Rp7.500/orang di hari libur. 

 

2. Kawah Ijen

ijen.jpg

Kawah Ijen terletak di Gunung Ijen, Jawa Timur, di perbatasan Bondowoso dan Banyuwangi, menjadi daya tarik wisata bagi wisatawan nusantara mau pun wisatawan mancanegara. Kawah ini memiliki kedalaman sekitar 200 meter dan luas sekitar 5.466 hektar.

 

Blue Fire (semburan api berwarna biru) adalah salah satu daya tarik wisatawan datang ke Kawah Ijen. Untuk menikmati blue fire, kamu harus mendaki ketinggian kawah sekitar 2.443 meter dari permukaan laut. Dijamin kamu gak akan kecewa, karena semburan api biru di Ijen adalah salah satu dari dua lokasi di dunia selain Eslandia. Si api biru nan elok itu biasanya muncul antara pukul 02.00 hingga 03.00 WIB. Sesudah itu selamat menikmati indahnya sunrise, yang luar biasa.

 

Selain panorama yang luar biasa, kamu juga bisa melihat aktivitas para penambang belerang yang turun ke dasar kawah. Para penambang tradisional ini memiliki keberanian, menambang dengan cara konvensional.

 

Bagi pengunjung yang tak sanggup mendaki, terdapat ojek ‘gerobak’ yang siap membantu. Bila kamu ingin mendaki di pagi hari, tak perlu kuatir, terdapat homestay dengan tarif mulai dari Rp100 ribu hingga Rp500 ribu.
 

Kopi merupakan sahabat pengusir dingin. Nah, usai menikmati Kawah Ijen kamu bisa menikmati wisata kopi Lego di Dusun Lerek, Gombengsari. Kopi jenis robusta dipanen dari wilayah Lerek-Gombengsari di mana tempat kopi tersebut tumbuh. Wisatawan bisa memetik kopi hingga menikmati kopi di tengah perkebunan kopi.
 

3. Kawah Domas Tangkuban Perahu

tangkuban perahu.jpg

Wisata kawah yang satu ini merupakan sebuah gunung aktif yang terletak di Bandung Utara, tepatnya di Cikole, Lembang, Jawa Barat. Terakhir, gunung yang memiliki ketinggian 2.084 di atas permukaan laut ini meletus pada tahun 2013.

 

Tidak seperti kebanyakan gunung berapi pada umumnya, puncak dari Gunung Tangkuban Perahu ini cukup unik, dimana bentuknya memanjang dan mirip sebuah perahu yang terbalik. Penyebabnya, ada dua kawah yang berdampingan antara arah barat dan timur. Jadi gunung ini hanya akan terlihat seperti perahu terbalik dari arah selatan saja, yaitu daerah Lembang. Sedangkan bila dilihat dari arah timur, barat dan utara, sama sekali tidak terlihat seperti perahu terbalik.

 

Gunung Tangkuban Perahu ini memiliki tiga kawah yang cukup terkenal; Kawah Ratu, Kawah Domas dan Kawah Upas. Berdasar penelitian ketiga kawah tersebut sudah berumur puluhan ribu tahun. Kawah Domas merupakan kawah yang pertama kali muncul. Kemudian dalam fase pergerakan tanah atau geologis, memunculkan kawah baru secara berurutan yakni Kawah Upas, dan yang terakhir adalah Kawah Ratu. Ketiga kawah ini menghasilkan bau gas belerang atau sulfur yang begitu menyengat. Jadi kalau kamu ke sini, wajib menggunakan masker.

4. Kawah Putih Ciwidey

kawah putih ciwidey.jpg

Kawah Putih Ciwidey adalah sebuah danau yang terbentuk akibat letusan Gunung Patuha, yang oleh masyarakat sekitar dianggap sebagai gunung tertua. Nama Patuha konon berasal dari kata Pak Tua (sepuh), makanya tak heran masyarakat setempat menyebut gunung ini sebagai Gunung Sepuh. Sesuai dengan namanya, Kawah Putih, tanah di sekitar kawasan ini berwarna putih. Ini disebabkan kandungan belerang yang cukup tinggi. Bahkan air danau pun memiliki warna putih kehijauan, yang dapat berubah warna sesuai suhu dan cuaca, serta kandungan belerang.

 

Gunung Patuha oleh masyarakat Ciwidey dianggap sebagai gunung tertua. Nama Patuha konon berasal dari kata Pak Tua (Sepuh), sehingga masyarakat setempat sering menyebutnya dengan nama Gunung Sepuh. Gunung Patuha pernah meletus pada Abad X, sehingga menyebabkan adanya kawah (erater) yang mengering di sebelah puncak bagian barat. Kemudian pada Abad XII kawah di sebelah kirinya meletus pula, yang kemudian membentuk danau yang indah.

 

Tahun 1837, seorang Belanda peranakan Jerman Dr. Franz Wilhelm Junghuhn (1809-1864) mengadakan perjalanan ke daerah Bandung Selatan. Ketika sampai di kawasan tersebut, ia Junghuhn merasakan suasana yang sangat sunyi dan sepi, tak seekor binatangpun melintas. Menurut masyarakat, kawasan gunung Patuha sangat angker, tempat bersemayamnya arwah para leluhur, serta merupakan pusat kerajaan bangsa jin. Karenanya bila ada burung yang lancang berani terbang di atas kawasan tersebut, akan jatuh dan mati. Rasa penasaran membawa Junghuhn menjelajah dan menemukan pesona alam yang begitu indah. Sebuah danau dengan air berwarna putih kehijauan. Dari dalam danau itu keluar semburan lava serta bau belerang yang menusuk hidung. Terjawab sudah mengapa burung-burung tidak mau terbang melintasi kawasan tersebut

 

Nah bagaimana? Ayo jadwalkan waktu untuk berwisata ke kawah-kawah nan eksotis di atas. Agar terasa nyaman, wisata kawah yang berasap dapat memicu iritasi mata yang dapat menganggu aktivitas liburan. Hindari menyentuh dan menggosok mata secara langsung dan sediakan selalu Insto Regular untuk meredakan mata merah yang disebakan oleh asap dan debu.

 

Referensi:

https://www.geologinesia.com/2016/02/kaldera-gunung-api-dan-proses.html

https://kumparan.com/tigajam-darijakarta/pesona-ketiga-kawah-gunung-tang...

https://travel.kompas.com/read/2018/03/02/144700127/dikunjungi-menteri-i...

https://www.alodokter.com/gunakan-obat-mata-merah-berdasarkan-penyebabnya

https://www.indonesiakaya.com/jelajah-indonesia/detail/pesona-gunung-kel...

https://travelingyuk.com/jenis-traveling-seru/11581/

http://anekatempatwisata.com/wisata-bandung-kawah-putih-ciwidey/

Related