Image: 

 

Sindroma mata kering sering dialami oleh para gamers yang banyak menghabiskan waktu menatap layar komputer atau smartphone dalam jangka waktu lama. Jika tidak diatasi, kondisi ini dapat menyebabkan gangguan penglihatan.

 

Dunia hiburan belakangan ini semakin diramaikan dengan adanya games elektronik. Pangsa pasar games bahkan melampaui industri film. Diperkirakan penggunanya semakin meningkat. Di Indonesia pada pertengahan 2018 tercatat jumlah gamer sebanyak 34 juta orang, tentu saja jumlahnya akan semakin meningkat di tahun 2020 ini.

Konsekuensinya, ada dampak kesehatan yang ditimbulkan akibat terlalu lama berada di depan layar komputer atau smarphone, yakni mata kering (dry eyes). Sayangnya hal ini sering terabaikan, sampai munculnya keluhan dari para gamer.

 

Apa yang disebut dengan ‘mata kering’?

Kondisi mata kering (keratoconjunctivitis sicca) terjadi ketika jumlah air mata tak cukup untuk melumasi bola mata. Penyebabnya bisa karena kelenjar air mata yang tak mampu menghasilkan air mata dalam jumlah yang dibutuhkan, atau terjadinya penguapan air mata yang terlalu cepat karena mata dibuka terlalu lebar atau terlalu lama.

Mata kering sangat membuat tak nyaman. Selain mata terasa memanas dan gatal, kadang terasa seperti berpasir atau bahkan pandangan menjadi buram. Biasanya hal ini terjadi karena adanya penguapan air mata yang terlalu cepat seperti kondisi saat kita berada di ruangan ber-AC, mata terkena hembusan angin saat berkendara, atau memandang layar monitor terlalu lama. Fokus menatap objek dalam jangka waktu yang lama akan membuat gejala mata kering, inilah yang sering dialami oleh para gamers.

 

Perlu diperhatikan bagi para gamers

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan bagi para gamers agar tidak mengalami sindroma mata kering. Berikut beberapa diantaranya:

 

1.. Lupa berkedip

Jangan anggap remeh frekuensi[CN1]  berkedip, karena berkedip dapat melumasi permukaan bola mata agar tidak kering. Normalnya, orang berkedip sekitar 12-15 [CN2] kali per menit, namun saat fokus memandang layar, frekuensi berkedip atau blinking rate ini menurun hingga 6-8 kali per menit. Ingatlah selalu untuk berkedip kala sedang bermain games.

 

2. Dehidrasi

Asyik main games sering membuat kita lupa minum. Idealnya, tubuh memerlukan sekitar 2 liter air per hari (8 gelas). Taruh botol minum Anda dalam jangkauan ketika bermain games. Minum beberapa teguk setiap 10 atau 15 menit. Dehidrasi atau kekurangan cairan dapat mengganggu produksi air mata.

 

3. Terlalu lama menatap layar

Membuka mata terlalu lama, selain menyebabkan mata kering juga membuat otot mata tegang. Usahakan mengikuti aturan 20-20-20 yaitu, setiap 20 menit, alihkan pandangan pada benda yang berjarak 20 kaki (sekitar 6 meter), selama 20 detik. Lebih baik lagi jika bisa menjauh sebentar dari perangkat bermain games kita untuk melemaskan otot.

 

4. Penggunaan AC

Para gamers biasanya bermain games di ruangan yang ber-AC atau menggunakan kipas angin. Usahakan suhu AC tidak terlalu dingin atau kipas angin tidak diarahkan langsung ke arah wajah, untuk menghindari penguapan air mata yang terlalu cepat,

 

Mengatasi gejala mata kering

Salah satu cara yang efektif dalam mengatasi gejala mata kering adalah dengan menggunakan obat tetes mata. Gunakan INSTO Dry Eyes dengan bahan aktif Hydroxypropyl methylcellulose yang digunakan untuk memberikan efek pelumas seperti air mata, mengatasi gejala membantu mengatasi mata kering, dan meringankan iritasi mata yang disebabkan karena kekurangan produksi air mata. Selain itu juga usahakan untuk lebih sering berkedip, agar air mata dapat membasuh permukaan bola mata kita.

 

Referensi:

Related